Jalur Pendakian Gunung Merapi
Gunung Merapi (2.968 m.dpl) terletak di 2 provinsi, di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Gunung merapi terletak berdampingan dengan Gunung Merbabu. Gunung merapi adalah salah satu gunung api yang mempunyai daya rusak yang tinggi dan paling aktif diantara sekian banyak gunung api yang terletak di Indonesia serta merupakan salah satu gunung terganas di dunia. Nama puncaknya adalah puncak Garuda, yang merupakan bongkahan batu besar dengan bentuk mirip burung garuda. Salah satu ciri khas dari Gunung Merapi adalah pada saat terjadi letusan menghasilkan awan panas (glowing avalanches), yang oleh penduduk setempat disebut Wedus Gembel (sejenis kambing Jawa), awan panas ini mempunyai suhu sekitar 1.000 °C yang turun berbentuk bulatan keriting mirip kambing.
Ciri khas lain dari Gunung Merapi ini adalah pembentukan kubah lava yang bisa mencapai ratusan meter kubik perhari, yang terbesar jumlahnya sepanjang sejarah terjadinya letusan gunung berapi didunia. Letusan besar terakhir terjadi pada akhir tahun 1993 yang menyebabkan puluhan penduduk disekitar lereng meninggal karena diterjang lahar panas dan awan Panas.
Walau begitu, gunung ini hampir tidak pernah sepi dari pendaki, bahkan pada hari minggu banyak sekali pendaki yang datang. Untuk mencapai puncak Gunung Merapi kita bisa melewati dua jalur utama, lewat Kinaharjo/Kaliurang dan lewat Selo/Boyolali, tetapi Jalur pendakian Kaliurang di tutup sementara sejak Bulan Nopember 1995.
Jalur Selo
Untuk mencapai Desa Selo, kita bisa naik bus atau kereta dari daerah anda menuju Jogja atau Solo. Anda yang berdomisili di Jakarta bisa naik kereta dari stasiun senen, tanah abang, atau gambir. Untuk kereta, ada kereta progo dengan tarif 35.000 rupiah menuju stasiun lempuyangan, Jogja. atau kereta senja utama dengan tarif 120.000 sampai Solo. Atau jika memilih menggunakan bus, kita bisa naik bus jurusan Solo dengan tarif 75.000- 120.000, turun di terminal boyolali. lalu naik bus mini jurusan selo di depan terminal, dengan tarif sekitar 3000 rupiah (tahun 2009) sampai pasar cepogo. dari pasar cepogo dilanjutkan lagi dengan bus mini menuju desa selo dengan tarif sama.
Jika dari Kota Yogyakarta kita naik bus menuju ke Magelang, turun di Desa Blabak, dan dilanjutkan naik minibus atau kendaraan barang ke jurusan Selo. Sebaiknya diperhatikan, diatas pukul 17.00 WIB kendaraan dari Blabak ke Selo mulai jarang beroperasi. Sebenarnya Selo lebih mudah dicapai dari arah Solo-Boyolali, karena dari Boyolali, ada angkutan yang langsung menuju Selo.
Desa Selo (1.560 m.dpl) saat ini menjadi gerbang pendakian utama. Desa Selo terletak dipelana Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Desa ini mempunyai panorama alam yang indah karena letaknya yang strategis. Penduduk desa ini sebagian besar bertani sayuran dan tembakau. Di desa ini juga terdapat tempat wisata gua yang mempunyai tempat pertapaan, terletak 300 meter dari Pos Polisi Selo.
Setelah tiba di gerbang desa selo, kita meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Basecamp pendaki di dusun Plalangan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. jalan yang kita lalui berupa jalan aspal yang cukup menanjak. lumayan, sebagai pamanasan sebelum pendakian yang sebenarnya. Ditengah perjalanan anda akan melewati sebuah pos kecil mirip pos hansip, dimana anda bisa melaporkan pendakian anda dengan biaya retribusi pendakian gunung merapi sebesar 2500 rupiah. Sepanjang perjalanan kita akan melewati rumah2 dan ladang penduduk. Saya selalu terkesan setiap kali melewati perkampungan di kaki gunung, terutama di jawa tengah. Saya selalu menyebutnya keramahan Khas Jawa tengah.
Basecamp atau Pondok pendaki, adalah sebuah rumah dimana terdapat ruang aula yang cukup luas untuk menampung pendaki yang ingin beristirahat, baik sebelum atau setelah melakukan pendakian. Tempat ini dapat menampung sekitar 30 0rang pendaki dan bisa dikenali dengan sebuah plang bertuliskan BASECAMP PENDAKIAN GUNUNG MERAPI dan sebuah toko suvenir didepannya. Menurut keterangan penghuninya, ini adalah basecamp baru, pindahan dari basecamp lama yang berada dibawahnya. ditempat ini anda bisa beristirahat sejenak dan packing ulang perlengkapan pendakian. Selain itu, anda juga bisa membeli suvenir berupa pernak - pernik gunung merapi, seperti Stiker, Gantungan Kunci, Pin, kaos bergambar gunung merapi, dan sebagainya dengan harga 3000 - 50.000 rupiah. Anda bisa mempersiapkan perbekalan air dari sini, karena sepanjang pendakian, anda tidak akan menemukan mata air.
Dari basecamp, perjalanan dilanjutkan menuju Joglo dengan jalur masih berupa jalan aspal yang menanjak dengan waktu tempuh kira-kira 10 menit. Joglo adalah sebuah bangunan berbentuk rumah joglo yang biasa digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan sekitar. Anda bisa memandangi eloknya gunung merbabu dengan jelas dari tempat ini.
Tempat ini sudah terlihat dari jalan raya karena terdapat sebuah baliho atau tulisan besar yang bertuliskan NEW SELO. sekilas tampak seperti lambang Hollywood di Amerika sana. saya sempat tersenyum saat melihat baliho tersebut, kreatifitas yang tinggi dari pembuatnya. Disini juga terdapat tempat parkir yang dapat menampung hingga 6 buah mobil, dan beberapa buah warung yang menjual makanan dan minuman ringan. warung2 ini hanya buka sampai sore hari, terkecuali pada saat musim pendakian.
Dari Joglo, anda bisa melanjutkan perjalanan jalan setapak kecil yang berada disamping tempat ini menuju pos Tugu I. jalur yang akan anda lewati masih didominasi ladang penduduk dengan medan batuan kecil dan tanah yang pada musim kemarau akan sangat berdebu. Jika anda melakukan pendakian pada musim kemarau, sebaiknya anda menggunakan masker dan baju berlengan panjang. Banyak terdapat percabangan jalur di sepanjang trek pendakian, tapi berujung pada jalur yang sama. terserah anda memilih mana jalur yang kira2 nyaman untuk dilewati. Di Pos Tugu I ini terdapat sebuah tugu yang letaknya berada di sebuah punggungan, tingginya sekitar 1,5 meter.
Dari Pos I Perjalanan dilanjutkan menuju Pos Tugu II, dengan jalur yang curam dan penuh bebatuan besar. perjalanan menuju pos ini memerlukan waktu sekitar 1,5 - 2 jam. Di pos ini juga terdapat sebuah tugu, sama seperti di pos sebelumnya. dari sini anda tinggal memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk menuju pasar bubrah. medan pendakian masih serupa dengan medan pendakian sebelumnya. menjelang pasar bubrah anda akan melewati sebuah beberapa memoriam yang berada pada sebuah dataran yang menjadi puncak sebuah punggungan. dari sini anda tinggal turun menuju pasar bubrah.Pasar bubrah berada pada sebuah lembahan yang dipenuhi batu - batu besar yang berserakan. dari sini terlihat 2 buah puncak. disebelah kiri anda adalah jalur menuju kawah woro.
Dan di hadapan anda adalah jalur yang menuju ke puncak garuda. dari pasar bubrah menuju puncak garuda memerlukan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang sangat curam. medan yang anda hadapi adalah batuan vulkanis yang mudah longsor. sebaiknya anda berhati - hati karena angin kencang bisa datang setiap waktu. begitu juga dengan bahaya longsoran batu yang mungkin terinjak oleh pendaki diatas anda.
pendakian dari selo menuju ke puncak gunung merapi memakan waktu 5-6 jam dan turunnya membutuhkan waktu 3 - 4 jam per jalanan.
Pemandangan di Puncak Garuda sangat menakjubkan sekaligus mengerikan, gemuruh kawah dan asapnya serta tebing batu di sekitar kawah nampak menyeramkan. Tetapi dari puncak ini kita bisa saksikan kota-kota di kaki-kaki gunung seperti Yogyakarta, Boyolali dan
Magelang, pesisir Lautan Hindia di kaki langit. Kalau beruntung, kita bisa menyaksikan matahari terbit yang kemerahan diufuk timur yang merupakan panorama alam yang sungguh menakjubkan.
Untuk pendakian 2 (dua) gunung sekaligus (Climbing party), biasanya jalur yang dipakai adalah Kopeng - Puncak Merbabu - Selo - Puncak Merapi dan kembali ke Selo.
Bila terjadi keadaan darurat leat Jalur Selo, kita bisa menghubungi petugas Vulkanologi dan Polsek Selo, juga perangkat desa setempat dan diJalur Kaliurang kita bisa menghubungi pos Vulkanologi di Plawangan atau Pak Christian Awuy di Vogel Hostel yang merupakan Pos SAR Gunung Merapi, perlu dihubungi juga MAPAGAMA dan PALAPSI di kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta.
Untuk Info contact akan saya update secepatnya, termasuk nomor kontak beberapa pemandu jika anda ingin menggunakan jasa guide yang bisa mengantar anda mencapai puncak gunung merapi.
Selamat Mendaki, dan tetap ingat 3 perkara.
Leave nothing but trace..
Kill nothing but time..
take nothing but picture..
Salam Pendaki..
Salam Pemuda Indonesia..
Kepulauan Karimun Jawa
Entah kenapa kemarin tiba - tiba saya jadi pengen banget jalan2 ke daerah pantai. Mungkin rasa penat yang masih terasa setelah melakukan pendakian ke gunung merapi kemarin membuat saya ingin sedikit ber leha – leha di tempat yang kondisi geografisnya berbeda 180 derajat dari daerah pegunungan. Yaaa.. kemana lagi kalo bukan ke pantai. Hehehe..
Atau, jika kenyamanan adalah prioritas utama anda dan besar ongkos berada di urutan kesekian, anda bisa menumpang kapal motor cepat (KMC) Kartini. yang satu ini bertarif Rp. 110.000 untuk kelas bisnis, dan Rp. 135.000 untuk kelas eksekutif. Dengan menggunakan kapal jenis ini, anda bisa menghemat waktu perjalanan. waktu yang diperlukan untuk menuju kepulauan Karimun Jawa adalah sekitar 3 - 4 jam.Survival Praktis
Kiat hidup darurat ini penting, soalnya alam kerap sulit diprediksi perilakunya, walaupun sejak awal Anda telah mempersiapkan segala sesuatu secermat mungkin. Misalnya peta lokasi, kompas, global positioning system (alat untuk mengetahui posisi sesaat dengan bantuan satelit), alat komunikasi (HT, HP), bekal, dan obat-obatan.
TUMBUHAN SURVIVAL
Dengan pengetahuan survival yang andal, Anda seperti mempunyai jurus pamungkas yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan di saat posisi terjepit. Sebagian dari ilmu survival itu adalah pengetahuan tentang aneka tumbuhan liar yang layak dan aman untuk dimakan. Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di Indonesia. Artinya kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat.
Dari keseluruhan jenis tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada yang disarankan untuk dimakan. Tak beracun = di dimakan satwa makan Untuk mengetahui apakah suatu jenis tumbuhan di hutan aman atau tidak untuk dimakan, ada beberapa kunci yang bisa dijadikan pegangan. Tumbuhan yang daun, bunga, buah, atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar, adalah tumbuhan yang tidak beracun. Jadi kita bisa mengkonsumsinya. Sementara, tumbuhan yang berbau tidak sedap dan bisa membuat pusing, serta tidak disentuh oleh binatang liar, sebaiknya jangan disentuh. Juga tumbuhan bergetah yang membikin kulit gatal, dianjurkan untuk dihindari. Buah senggani ( Melastoma sp.) boleh dimakan.
Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, atau permukaannya kasar. Tanaman dengan daun yang keras atau liat juga jangan dikonsumsi. Jika mendapatkan tumbuhan kemaduh ( Laportea stimulans) waspadalah lantaran bulu pada daunnya membuat kulit gatal dan panas. Sementara itu beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Di antaranya keluarga palem-paleman, misalnya kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan siwalan. Bukan hanya bagian umbutnya (bagian ujung batang muda dan berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya (seperti kelapa dan siwalan).
Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga Myrtaceae juga banyak dijumpai di hutan. Ciri-ciri Myrtaceae adalah daunnya berbau agak manis jika diremas. Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan buah yang enak dimakan. Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa jadi penyelamat dalam keadaan darurat.Daun begonia umumnya berbentuk jantung tidak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan sedikit pahit.
Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya dicoba dulu dalam jumlah kecil. Hindari makan iles-iles ( Amorphophallus sp.) Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain, bisa dimakan jika lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam). Di antaranya gembili ( Dioscorea aculeata), gembolo ( Dioscorea bulbifera), ubi rambat. Tapi bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan batangnya berduri, harus ekstrahati-hati.
Jenis yang kedua ini misalnya gadung( Dioscorea hispida), yang beracun, walau tetap dapat dimakan setelah melalui proses pengolahan khusus. Sementara keluarga rumput-rumputan seperti tebu dan beberapa jenis bambu, rebungnya enak dimakan. Demikian pula pisang hutan bisa langsung dikonsumsi. Di tempat yang lembap dan tinggi, jenis paku-pakuan tunas dan daun mudanya enak dimakan. Tumbuhan lain yang buahnya juga bisa dimakan misalnya markisa ( Passiflora sp.). Markisa ini adalah tumbuhan merambat dengan bunga khas. Beberapa anggota keluarga sirsak ( Annonaceae), misalnya Annona muricata, daging buahnya segar. Buah lainnya semisal senggani ( Melastoma sp.), arbei hutan ( Rubus), dan anggur hutan. Hindari warna mencolok Selain tumbuhan di atas, jamur juga bisa menjadi dewa penyelamat bila tersesat.
Menurut literatur, sudah ditemukan 38.000 jenis jamur di seantero dunia. Di antaranya ada yang enak dimakan, tapi sayang, yang tidak boleh dimakan karena beracun lebih banyak lagi. Tidak heran bila budaya makan jamur yang layak konsumsi konon sudah ada sejak jaman Mesir Kuno. Untuk mengetahui jamur itu beracun atau tidak, bisa dilihat dari bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya. Sementara di laboratorium, bisa dilakukan analisis secara kimiawi maupun dengan hewan percobaan.
Tetapi jika sedang dihadapkan pada masalah mendesak survival di hutan belantara, mustahil bisa pergi ke laboratorium dulu untuk memastikan apakah jamur yang ditemukan itu beracun atau tidak. Karena itu kita perlu mengenal jamur-jamur yang biasa dikonsumsi masyarakat. Untuk menghindari makan jamur liar beracun, perlu diketahui ciri-cirinya. Yaitu, warna payungnya gelap atau mencolok misalnya biru, kuning, jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang toh juga dapat dimakan. Bau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak konsumsi.
Tahukah Anda, beberapa jenis jamur ada yang memiliki cincin atau cawan pada tangkainya, misalnya jenis Amanita muscaria, dalam bahasa Jawa disebut supa-upas. Bentuknya seperti payung putih kekuningan, bagian payungnya warna merah bintik-bintik putih. Awas, racun pada jamur ini tergolong racun kuat. Beda dengan jamur merang ( Volvariella volvacea), meski mempunyai cincin tetapi bisa dimakan. Jamur beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, misalnya pada kotoran hewan dsb. Mereka dapat berubah warna jika dipanasi. Jika diiris dengan pisau perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru. Warna biru ini disebabkan kandungan sianida atau sulfida, yang beracun. Sementara nasi akan berwarna kuning jika dicampur jamur beracun. Petunjuk lain, ia juga tidak dimakan oleh hewan liar. Repotnya jenis jamur ini juga berbahaya kalau sampai sporanya menempel pada kulit, karena dapat menyebabkan kulit gatal, bahkan melepuh.
Bagaiamana ciri-ciri orang yang keracunan jamur? Selidikilah, apakah ia pusing, perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh lemas, pucat? Jika ia muntah, adakah darah pada muntahannya? Racun akibat jamur cukup ganas juga, kalau tidak tertolong korban bisa meninggal setelah 3 - 7 hari. Sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan sebaiknya dimasak dulu untuk mengurangi dampak buruk seperti diare dan alergi.
Bagaimana kalau sedang coba-coba makan tumbuhan hutan lantas keracunan? Masih ada upaya menetraliskan. Upayakan untuk memuntahkannya dengan jalan “dipancing-pancing”. Jika sudah muntah minumlah air kelapa. Pil norit mungkin bisa juga membantu mengurangi kadar racun, kalau ada.
Tumbuhan Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya :
> Batang pohon pisang (putihnya)
> Bambu yang masih muda (rebung)
> Pakis dalamnya berwarna putih
> Sagu dalamnya berwarna putih
> Tebu
Dari Daunnya :
> Selada air
> Rasamala (yang masih muda)
> Daun mlinjo
> Singkong
Dari Akar dan umbinya : > Ubi jalar, talas, singkong
Dari Buahnya : > Arbei, asam jawa, juwet
Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : > Jamur merang, jamur kayu
Ciri Ciri-ciri jamur beracun :
> Mempunyai warna mencolok
> Baunya tidak sedap
> Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
> Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
> Bila diraba mudah hancur
> Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
> Tumbuh dari kotoran hewan
> Mengeluarkan getah putih
BOTANI
Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. BUNGA ORKID, Orchidaceae ialah famili bunga bungaan yang mempunyai banyak perbedaan dari segi bentuk dan rupa pokok. Terdapat lebih dari 111 genus dan 808 spesis orkid di Malaysia. Genus dan varieti dapat di kenalpasti melalui bunga. Secara umum, orkid komersil boleh dikelaskan kepada dua kumpulan yang besar, iaitu orkid simpodiun dan monopodium.
Bunga orkid terdiri dari sepal, petal, stamen dan pistil. Gabungan stamen dan pistil di namakan kolum. Di bahagian luar sepusar bunga terdapat tiga kelopak sepal manakala di sebelah dalamnya pula terdapat dua kelopak petal. Kelopak petal ketiga berubah bentuk menjadi labelum atau bibir. Kolum mengandungi cepu debunga di bahagian atas, stigma di bahagian tengah dan benang sari di bahagin bawah. Debunga terletak dalam pundi yang dipanggil polinia yang terdapat dalam bilangan yang genap 2-12.
Ovari terletak bawah sepal dan berfungsi sebagai tangkai bunga atau pedisel. Setelah persenyawaan , ovari akan membesar menjadi buah orkid yang mengandungi biji benih. Daun Pokok orkid mempunyai urat daun yang selari seperti monokotilidon yang lain. Terdapat juga jenis orkid yang mempunyai urat daun yang tidak begitu terang kecuali urat tengahnya. Ada orkid yang berdaun tebal dan ada juga yang berdaun nipis.
Walau bagaimanapun kebanyakan orkid komersil yang terdapat di Malaysia berdaun tebal dan sukulen/lendair, kecuali sebilangan orkid jenis Oncidium sahaja yang berdaun nipis dan lembut. Akar Orkid jenis simpodium seperti Oncidium dan Dendrobium mempumyai hanya akar serabut sahaja sementara orkid jenis monopodium seperti Vanda mempunyai akar serabut di bahagian bawah tanah dan akar udara di bahagian atasnya. Orkid tidak mempunyai akar rerambut. Batang Bentuk batang orkid berkait rapat dengan cara pertumbuhan pokok orkid sama ada orkid simpodium atau orkid monopodium.
Cara pertumbuhan orkid juga digunakan sebagai satu ciri yang dilihat untuk menentukan genus orkid. Orkid simpodium boleh tumbuh sama ada di atas pokok (epifit) atau atas tanah (terestrial). Batang pokoknya berbentuk seperti bebawang semu, menjalar dan mempunyai pertumbuhan dua atau berbagai hala. Bebawang semunya panjang beruas-ruas atau pendek tanpa ruas. Akar dan daun akan terbit daripada bebawang semu manakala tunas baru pula akan mengeluarkan bunga apabila matang. Bebawang semu tua akan mengeluarkan tunas baru di pangkal rumpun sebelum mengecut dan mati.
Genus-genus orkid komersil yang terdapat di dalam kumpulan simpodium ialah Oncidium, Cattleya dan Dendr Dendrobium. obium. Orkid monopodium mempunyai batang yang kecil dan di liputi oleh upih-upih daun. Akar udara yang keluar daripada batang terpaksa menembusi upih daun. Batang orkid monopodium tidak bercabang dan boleh mengeluarkan tunas-tunas baru setelah dipotong. Keratan batang kemudiannya ditanam di dalam pasu di atas tanah yang tidak lembap. Genus-genus orkid komersil yang terdapat dalam kumpulan monopodium ialah Vanda, Arachnis, Renanthera, Aranda, Phalaenopsis, Holttumara dan Mokara.
Tumbuhan obat dapat dikelompokan jd 2 bagian :
1. dimakan atau diminuma.
a. Bratawali ( anamitra cocculus ) tumbuhan merayap, terdapat dihutan atau dikampung, Batangnya direbus dan airnya diminum, dan rasanya pahit, Kegunaanya untuk anti demam, anti malaria, pembersih luka dan penambah nafsu makan.
b. keci beling/ngokilo ( strobiateses ) tumbuhan semak dihutan, ambil daunya dan masak untuk obat pinggang, infeksi dan keracunan pada pencernaan.
c. sembung/sembung manis( blumen balsmifira ) jenis rumput-rumpuan yang terdapat dipadang rumput
2. tumbuhan obat luar ( untuk luka )
a. getah pohon kamboja untuk menghilangkan bengkak,gosok pd bagian yg bemgkak dan biarkan 24 jam, bersihkan dgn minyak kelapa dan air hangat,baik jg untuk terkilir.
b. Air rebusan bratawali, untuk mencuci luka dan jg air batang pohon randu ( kapuk hutan )
c. Daun sambilioto atau daun ploso ditumbuk halus untuk anti sengatan kalajengking.
Dihutan ada banyak tumbuhan yang mengandung racun. Untuk itu ada beberapa pedoman untuk terhindar dari keracunan, prinsip yang harus dipegang adalah “ lebih tidak makan daripada keracunan “ dan ada juga tumbuhan yang dapat dimakan secara mentah tetapi adapula yang harus direbus dahulu. Maka agar aman, rebuslah terlebih dahulu makanan yang akan dikonsumsi bila masih asing.
ZOOLOGI
Zoologi adalah disiplin ilmu dari biologi yang secara khusus mempelajari hewan. Secara garis besar, hewan hewan- hewan dihutan yang dapat dimakan dapat digolongkan atas :
a. golongan mamalia : kucing hutan, anjing hutan, kelelawar, bangsa kera, kambing hutan, rusa, babi hutan, bajing dan kelinci.
b. Golongan hewan melata ( reptile ): Kadal, toke bunglon, cicak, ular dan amfibi( katak pohon dan katak hijuau )
c. Golongan burung ( hampir semua jenis burung dapat dimakan )
d. Golongan serangga : Belalang, jangkrik, laron, lebah, larva, madu
e. Golongan hewan lunak : Siput, cacing,keong, ulat pohon ( ulat sundari ) ular ( 1/3 bagian tengah tubuhnya ) kadal ( bagian belakang dan ekor )ikan, dan binatang besar lainya.
Binatang yang tidak bisa dimakan:
a. Binatang Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
b. Mengandung racun : penyu laut
c. Mengandung bau yang khas : sigung
Habitat Hewan
Habitat dapat diartikan sebagai tempat tinggal makhluk hidup Misalnya : ikan dapat dijumpai diair( sungai, danau dan laut ). Semakin tinggi permukaan tanah maka jenis hewan yang ada makin sedikit. Jadi kalau tersesat digunung dan ingin cari makan jangan terus naik kepuncak gunung, lebih baik turun. Prilaku hewanPrilaku tiap jenis hewan adalah khas, kapan kita akan menghindarinya dan kapan akan kita menangkapnya.pada musim kimpoi adalah yg paling tepat untuk menangkap mereka karena mereka biasanya mereka kurang peka terhadap lingkungan.burung yang pindah dari daerah dingin ke panas. Ular yg sedang menjaga telur atau anaknya akan lebih ganas.
Sumber Tulisan : dari berbagai sumber
Wisata Pantai Ujung Genteng dan Curug Cikaso
Udah ada yang pernah ke Ujung Genteng? udah..? ya bagus lah kalo gitu, saya sih belum
heehehehe..
buat yang udah, anggap aja ini ajang nostalgia anda..
nah buat yang belum kayak saya, ini ada artikel tulisan seorang teman sesama blogger yang kebetulan dah pernah kesana. yang ternyata berbaik hati mengizinkan tulisannya saya copy paste. thanks to bro Fariz a.k.a Talijemuran. Kebetulan banget, soalnya dah beberapa hari ini saya sendiri lagi males banget nulis. sedikit ingatan tentang masa lalu menghancurkan Mood saya.. Alagh.. Curcol nih yee.. (Curhat Colongan). hehehe..
back to topic yuk..
Artikel ini berupa laporan perjalanan lengkap dengan foto2nya. mudah - mudahan berguna buat anda yang berencana ingin kesana..
sebagai penghargaan terhadap penulis, artikel ini masih merupakan naskah asli, tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikitpun pada isi, foto, dan lain sebagainya..
artikel aslinya bisa anda lihat disini
huahaahahaaa... udah lama banget gak posting lagi.. hehehe.. maklum, kesibukan demi kesibukan membatasi diriku untuk blogging sementara waktu.. mulai dari kepanitiaan ISEE, Jurnalistic Fair, sampai LES (Leadership and Entrepreneurship School).. belom lagi setelah UAS kemarin disibukkan dengan pindahan dari asrama TPB ke kontrakan baru..
Liburan ini gue alih profesi, dari seorang mahasiswa rajin dengan tas selempang berisikan alkitab kalkulus 1 menjadi BOLANG alias backpacker kampungan dengan backpack idaman yg dibeli karena hasil diskonan.. beberapa tempat menarik ane kunjungin selama liburan nan singkat ini.. Pantai ujung genteng, curug cikaso, selo, puncak gunung merapi, wisata malam di bandung, kawah putih, situ patenggang, pemandian air panas cimanggu, cibodas, curug cibereum.. sedikit sekali bukan? heuheuheu.. sebenernya mau keliling jawa, tapi apa boleh buat.. abis dibohongin dalam sebuah kerjasama bisnis.. duit tujuh dijit melayang.. heuehueheu.. (curhat mode: ON)
dahh lah, buat yang pertama gue pengen laporan dulu perjalanan pertama di liburan ini.. ujung genteng menjadi satu-satunya alternatif tujuan (kok alternatif cuma satu ya? hehe).. perjalanan ke ujung genteng ini direncanakan dengan sangat matang, cukup setengah jam nangkring di forum travellers kaskus udah cukup buat gue memperkirakan budget dan jadwal kegiatan disana.. thanx kaskus.. :D
Berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi.. setelah nyontreng tentunya.. berangkat lewat tol jagorawi (masuk pintu tol cibubur) langsung mengarah ke selatan dengan kecepatan tinggi, meski mobil agak ogel-ogel sedikit karena dah lama banget gak di balancing (kata bokap).. enjoy aja lah, think positive bisa sampai rumah lg dengan selamat.. hehe.. Di jalan sempet kena macet karena penyempitan jalur, ternyata karena ini nih..
Posisi jatuh crane nya anehhhh.. Okkeeeehh, lanjooooottt.. setelah keluar jagorawi perjalanan lancar sampe cidahu, agak kesendat dikit di pertigaan ke arah javana spa.. lalu lancar lagi sampai cibadak.. di pasar cibadak kena macet kurang lebih 45 menit.. penyebabnya cuma karena penyempitan jalur dan angkot-angkot lokal yang maen serobot aja.. bikin jalur dari arah berlawanan jadi mampet dahhh..
Selepas pasar cibadak kami langsung mengarah ke pelabuhan ratu lewat jalur umum (bukan via cikidang).. sampai pelabuhan ratu sekitar jam 1 siang, haha pas banget jam makan.. seperti yang ditunggu-tunggu, nyokap ngajakin makan di rumah makan pinggir pantai.. kita telusurin deh kota pelabuhan ratu ke arah cisolok sampai nemuin rumah makan yang rada rame..
siaaap santaaappp!!
Lanjut perjalanan ke arah kiara dua, melewati jalan berliuk-liuk dan kebon teh.. sebelum kebon teh ada bagian jalan yang rusak, kurang lebih sepanjang 1 kilometer.. disini pengendara motor dan sedan kudu waspada, lobang-lobangnya cukup dalem..
di kiara dua kita ambil arah kanan ke surade lewat jampangkulon.. disini kami isi bensin fulltank lagi buat antisipasi.. setelah surade kita mengarah ke barat menyusuri pinggir pantai.. sepanjang kurang lebuh 5 kilometer sampai akhirnya tiba di pendaratan kapal nelayan ujung genteng sekitar jam 5 sore.. suasana pelabuhan sangat sepi, tidak ada aktivitas nelayan sama sekali, di pasar pelelangan ikan juga tidak ada siapa-siapa..
dari pelabuhan langsung mengarah ke Pondok Hexa.. menurut beberapa referensi tempat ini sangat recommended karena nyaman dan murah.. jalan menuju pondok hexa sangat sempit, berundak-undak dan berpasir.. (pasti becek di musim hujan)
sampai Pondok Hexa kami langsung booking ojek buat nganterin kita ke tempat penangkaran penyu.. jam 8 malam habis makan kami dijemput oleh pasukan ini..
sampai di tempat penangkaran kita harus membayar biaya administrasi sebesar lima ribu rupiah saja.. kita akan dibimbing menuju tempat bertelurnya penyu oleh petugas yang ada disana.. Kita harus menunggu dulu di pos penangkaran sampai penyu yang bertelur siap diganggu oleh kami.. hehehe..
Dan akhirnya..
Jadi teman bermain..
Besoknya kala menikmati pagi hari di pantai depan Pondok Hexa, gue menemukan pemandangan ganjil..
Maen ke pantai deket pelabuhan.. Pasir putih nan lembut membentang.. Jadi alay pantai dahhhh...
Siangnya sekitar jam sembilan, sehabis sarapan kami sekeluarga touring kembali dengan abang-abang ojek yang semalam mengunjungi pantai-pantai sekitar ujung genteng..
diantaranya pantai cibuaya..
pantai akuarium.. (bisa liat terumbu karang dan hewan-hewan lautnya kalo lagi surut !!)
istirahat makan siang dulu di warung..
sampai deh di muara sungai cipanarikan..
di muara sungai cipanarikan ini pantai dan sungai terletak sejajar.. pemandangan yang gak ditemukan di tempat lain.. :D
pasir pantai cipanarikan pasirnya sangat bersih dan halus.. pokoknya empukk banget dahh.. mao gelinding2 juga serasa dikasur.. hahaha..
sorenya kita menuju pantai pangumbahan melepas tukik-tukik yang baru menetas..
ini tempat penangkaran telurnya..
dan si tukik kecil siap menuju kehidupan penuh tantangan..
lelahh usai touring kami menikmati sunset di pantai depan Pondok Hexa..
makan malam di rumah makan anugrah indah.. walo harus menunggu sampai setengah jam, sajian ikan bakarnya sangat manstaff.. enak bgt !!
foto sunset lagi nihhh..
esok paginya kita pulang, tapi tidak lupa mampir ke curug cikaso dolo.. ini pertigaan kalo dari arah sukabumi sebelum surade.. bikin rancu (di penunjuk tulisannya "tegal beleud" bukan "cikaso"
sampai di dermaga langsung bayar tiket.. 60ribu untuk satu perahu.. dan kita ditungguin selama bermain air di curug..
ini dia air terjunnya.. lagi musim kemarau, debitnya lagi kecil..
ade gue nampang narsis..
backpacker kampungan.. stay cool baybehhh..
oh ya, waktu naek perahu kita nemuin pohon kelapa yang bentuknya kayak gini nihhh..
sekian catetan perjalanan gue ke Ujung Genteng.. mohon maaf atas segala ucapan dan perbuatan yang berkenan...... ??
oh ya, kalo mau liat foto-foto yang lebih banyak lagi mampir ke MP gue aja, indonesiantraveller.multiply.com




















